Aktivasi Internet Starlink – Order Starlink Indonesia – Instalasi VSAT Starlink

6 Konfigurasi Hybrid Internet Multi Site dari Leosatelink

6 Konfigurasi Hybrid Internet Multi Site dari Leosatelink

layanan internet multi site - internet multi cabang

Internet Multi Site atau Internet Multi Cabang membutuhkan pendekatan konektivitas yang fleksibel karena setiap lokasi perusahaan dapat memiliki kondisi jaringan yang berbeda. Kantor pusat di kota besar dapat menggunakan Fiber Optik, sementara cabang tertentu dapat memanfaatkan Radio Link. Di sisi lain, site terpencil seperti tambang, perkebunan, proyek, atau offshore dapat membutuhkan VSAT atau Starlink untuk memperoleh konektivitas.

Perusahaan juga dapat membutuhkan koneksi utama sekaligus backup agar gangguan pada satu jalur tidak langsung mengganggu aktivitas bisnis. Pada kebutuhan tertentu, perusahaan dapat menambahkan VPN Site to Site untuk menghubungkan jaringan kantor pusat dengan cabang dan lokasi operasional.

Konsep hybrid memungkinkan beberapa media last mile bekerja dalam satu rancangan jaringan. Leosatelink fokus pada solusi satelit, terutama VSAT dan Starlink. Untuk kebutuhan Fiber Optik dan Radio Link, Leosatelink dapat berkolaborasi dengan PRIMADONA Net.

Artikel ini membahas enam konfigurasi hybrid yang dapat membantu perusahaan membangun Internet Multi Site sesuai kondisi dan kebutuhan setiap lokasi.

Pendahuluan

Perkembangan bisnis membuat perusahaan tidak lagi hanya mengoperasikan satu kantor. Banyak perusahaan memiliki kantor pusat, kantor cabang, outlet, warehouse, workshop, site office, hingga lokasi operasional yang berada jauh dari pusat kota. Setiap lokasi membutuhkan konektivitas, tetapi kondisi jaringan pada setiap lokasi dapat berbeda.

Cabang di kota besar mungkin memiliki beberapa pilihan Fiber Optik dengan kapasitas tinggi. Lokasi lain mungkin belum memiliki Fiber Optik tetapi memiliki kondisi geografis yang mendukung Radio Link. Sementara itu, perusahaan yang menjalankan kegiatan pertambangan, perkebunan, eksplorasi, proyek, atau offshore dapat menghadapi lokasi yang sulit mendapatkan jaringan terestrial.

Kondisi tersebut membuat perusahaan perlu memikirkan desain Internet Multi Site secara lebih fleksibel. Perusahaan tidak harus memaksakan satu teknologi untuk seluruh lokasi. Justru, perusahaan dapat memilih teknologi berdasarkan availability, kondisi geografis, kebutuhan bandwidth, jumlah pengguna, aplikasi, dan tingkat kepentingan setiap site.

Kebutuhan redundancy juga menjadi pertimbangan penting. Perusahaan yang menjalankan aplikasi bisnis, transaksi, komunikasi, monitoring, atau sistem operasional secara terus-menerus dapat membutuhkan lebih dari satu jalur konektivitas. Dalam kondisi tersebut, satu koneksi dapat menjalankan fungsi sebagai primary connection, sementara koneksi lain berfungsi sebagai backup.

Konsep hybrid tidak sekadar berarti memasang dua koneksi internet secara bersamaan. Perusahaan perlu menentukan fungsi setiap koneksi dan bagaimana jaringan berpindah ketika koneksi utama mengalami gangguan. Pada desain multi lokasi, perusahaan juga dapat menggunakan teknologi berbeda pada lokasi yang berbeda.

Sebagai contoh, kantor pusat dapat menggunakan Fiber Optik, cabang menggunakan Radio Link, site tambang menggunakan VSAT, dan lokasi proyek menggunakan Starlink. Seluruh lokasi tersebut tetap dapat menjadi bagian dari satu rancangan Internet Multi Site.

Internet Multi Site tidak harus dibangun dengan satu teknologi. Justru kombinasi beberapa last mile dapat memberikan fleksibilitas yang lebih besar ketika perusahaan memiliki lokasi dengan kondisi jaringan yang berbeda.

Pendekatan tersebut juga memberikan ruang bagi perusahaan untuk mengembangkan jaringan secara bertahap. Ketika perusahaan membuka lokasi baru, tim dapat memilih teknologi berdasarkan kondisi lokasi tersebut tanpa harus mengubah seluruh infrastruktur yang sudah berjalan.

Apa Itu Internet Multi Site Hybrid

Pengertian Internet Multi Site

Internet Multi Site merupakan konsep konektivitas yang menghubungkan banyak lokasi dalam satu kebutuhan jaringan perusahaan. Lokasi tersebut dapat berupa kantor pusat, kantor cabang, outlet, warehouse, workshop, site office, camp, lokasi proyek, hingga fasilitas operasional di area terpencil.

Perusahaan dapat menggunakan Internet Multi Site hanya untuk menyediakan akses internet pada setiap lokasi. Namun, perusahaan juga dapat menghubungkan lokasi-lokasi tersebut melalui VPN Site to Site jika membutuhkan komunikasi antar jaringan.

Konsep ini memberikan fleksibilitas karena perusahaan dapat menentukan desain berdasarkan kebutuhan masing-masing lokasi.

Apa yang Dimaksud Konfigurasi Hybrid?

Konfigurasi hybrid menggunakan dua atau lebih teknologi konektivitas dalam satu desain jaringan.

Perusahaan dapat menggunakan Fiber Optik pada lokasi yang memiliki jaringan terestrial memadai, Radio Link pada lokasi tertentu, serta VSAT atau Starlink pada lokasi yang sulit memperoleh jaringan terestrial.

Konfigurasi hybrid juga dapat menggunakan dua koneksi pada satu lokasi. Misalnya, perusahaan dapat menggunakan Fiber Optik sebagai koneksi utama dan Starlink sebagai backup.

Dengan demikian, istilah hybrid tidak selalu berarti perusahaan menggunakan semua teknologi secara bersamaan. Hybrid lebih menekankan penggunaan beberapa pilihan konektivitas untuk memenuhi kebutuhan jaringan secara keseluruhan.

Mengapa Hybrid Dibutuhkan?

Perbedaan availability menjadi salah satu alasan utama perusahaan menggunakan konfigurasi hybrid. Tidak semua wilayah memiliki pilihan jaringan yang sama.

Kondisi geografis juga memengaruhi pemilihan teknologi. Radio Link membutuhkan kondisi teknis tertentu. Fiber Optik membutuhkan ketersediaan jaringan hingga lokasi. Sementara itu, VSAT dan Starlink dapat membantu menyediakan konektivitas pada lokasi yang menghadapi keterbatasan jaringan terestrial.

Kebutuhan redundancy menjadi alasan lain. Perusahaan dapat menyediakan koneksi kedua untuk mengurangi ketergantungan pada satu jalur.

Kebutuhan bandwidth juga berbeda pada setiap lokasi. Kantor pusat mungkin membutuhkan kapasitas besar karena melayani banyak pengguna dan aplikasi. Sebaliknya, sebuah site operasional kecil mungkin memiliki kebutuhan yang lebih rendah.

Karena itu, perusahaan perlu melihat Internet Multi Site sebagai sebuah rancangan jaringan, bukan sekadar paket internet untuk banyak lokasi.

Apakah Hybrid Berarti Semua Teknologi Berada di Satu Lokasi?

Tidak.

Perusahaan dapat menerapkan konfigurasi hybrid pada beberapa lokasi dengan fungsi yang berbeda.

Contohnya:

Kantor pusat → Fiber Optik

Site tambang → VSAT

Dalam contoh tersebut, perusahaan menggabungkan konektivitas terestrial dan satelit dalam satu desain multi lokasi.

Perusahaan juga dapat menggunakan dua teknologi pada satu lokasi:

Primary → Fiber Optik

Backup → Starlink

Konfigurasi tersebut memberikan jalur alternatif ketika koneksi utama mengalami gangguan.

Pada perusahaan dengan banyak lokasi, kedua pendekatan tersebut dapat berjalan secara bersamaan. Kantor pusat dapat menggunakan Fiber Optik, cabang dapat menggunakan Radio Link, site tambang menggunakan VSAT, dan lokasi proyek menggunakan Starlink.

Internet Multi Site dan Internet Multi Cabang

Internet Multi Cabang lebih berfokus pada perusahaan yang memiliki banyak cabang atau outlet. Sementara itu, Internet Multi Site memiliki cakupan yang lebih luas.

Internet Multi Site dapat mencakup lokasi yang secara struktur bisnis bukan cabang, tetapi tetap menjadi bagian dari operasional perusahaan.

Contohnya:

  • Kantor pusat.
  • Kantor cabang.
  • Outlet.
  • Warehouse.
  • Workshop.
  • Site office.
  • Camp.
  • Lokasi proyek.
  • Site tambang.
  • Lokasi eksplorasi.
  • Fasilitas offshore.

Karena itu, perusahaan dengan struktur operasional yang kompleks dapat memperoleh manfaat lebih besar dari pendekatan Internet Multi Site.

Perusahaan dapat menyusun konektivitas berdasarkan fungsi setiap lokasi. Kantor pusat dapat menggunakan Fiber Optik, cabang dapat menggunakan Fiber Optik atau Radio Link, sementara lokasi terpencil dapat menggunakan VSAT atau Starlink.

Pendekatan tersebut membuat perusahaan tidak perlu memilih satu teknologi untuk seluruh jaringan. Setiap lokasi dapat menggunakan last mile yang paling sesuai, sementara keseluruhan konektivitas tetap mengikuti satu rancangan jaringan perusahaan.

6 Konfigurasi Hybrid Internet Multi Site

Setiap perusahaan memiliki lokasi dengan kondisi yang berbeda. Kantor pusat mungkin berada di kawasan perkotaan dengan pilihan Fiber Optik yang memadai, sementara cabang lain berada di wilayah yang belum memiliki Fiber Optik. Perusahaan yang menjalankan kegiatan pertambangan, perkebunan, proyek, atau offshore bahkan dapat memiliki lokasi yang sangat jauh dari infrastruktur telekomunikasi terestrial.

Kondisi tersebut membuat perusahaan tidak harus menggunakan satu teknologi konektivitas untuk seluruh lokasi. Internet Multi Site dapat menggabungkan dua media last mile yang berbeda sesuai karakteristik masing-masing site.

Dalam konfigurasi hybrid, Fiber Optik, Radio Link, VSAT, dan Starlink dapat saling melengkapi. Pemilihan kombinasi tidak hanya mempertimbangkan teknologi, tetapi juga availability jaringan, kondisi geografis, kebutuhan bandwidth, jumlah pengguna, jenis aplikasi, serta kebutuhan operasional.

Enam konfigurasi berikut dapat menjadi contoh penerapan Internet Multi Site pada perusahaan dengan lokasi yang beragam.

1. Fiber Optik + Radio Link

Konfigurasi Fiber Optik dan Radio Link cocok untuk perusahaan yang memiliki beberapa lokasi dengan kondisi jaringan terestrial yang berbeda.

Contohnya:

Kantor pusat → Fiber Optik

Cabang → Radio Link

Kantor pusat dapat menggunakan Fiber Optik karena lokasi tersebut memiliki availability jaringan dengan kapasitas yang sesuai. Cabang lain yang belum memiliki Fiber Optik dapat menggunakan Radio Link apabila kondisi geografis dan teknis mendukung.

Radio Link dapat menjadi pilihan ketika perusahaan membutuhkan konektivitas antar lokasi yang masih berada dalam jangkauan pembangunan link radio. Namun, perusahaan perlu melakukan site survey terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi antara kedua titik.

Tim teknis perlu mengevaluasi jalur radio, posisi antena, ketinggian titik, kondisi lingkungan, dan faktor teknis lainnya. Hasil survey akan menentukan kelayakan penggunaan Radio Link.

Konfigurasi ini dapat digunakan oleh perusahaan yang memiliki kantor pusat dan cabang di beberapa wilayah. Perbankan, minimarket, franchise, kawasan industri, dan perusahaan dengan jaringan operasional terestrial juga dapat mempertimbangkan kombinasi ini.

Keunggulan utama konfigurasi ini terletak pada fleksibilitas. Perusahaan tidak perlu memaksakan Fiber Optik pada setiap lokasi ketika kondisi jaringan belum mendukung. Radio Link dapat mengisi kebutuhan konektivitas pada lokasi tertentu.

Untuk kebutuhan Fiber Optik dan Radio Link, Leosatelink dapat berkolaborasi dengan PRIMADONA Net. Sementara itu, Leosatelink dapat tetap fokus pada kebutuhan solusi satelit dalam konfigurasi hybrid lainnya.

2. Fiber Optik + VSAT

Fiber Optik dan VSAT dapat menjadi kombinasi yang relevan untuk perusahaan yang memiliki kantor atau cabang di wilayah perkotaan sekaligus menjalankan kegiatan operasional di lokasi terpencil.

Contohnya:

Kantor pusat → Fiber Optik

Cabang kota → Fiber Optik

Site tambang → VSAT

Fiber Optik dapat menangani kantor pusat dan cabang yang memiliki jaringan terestrial memadai. VSAT kemudian mengisi kebutuhan konektivitas pada site tambang yang sulit mendapatkan jaringan Fiber Optik.

Konfigurasi ini sangat relevan bagi perusahaan pertambangan, perkebunan, industri, proyek, dan eksplorasi.

Perusahaan dapat memiliki kantor administrasi di kota, tetapi lokasi kegiatan utama berada jauh dari kota. Site tersebut tetap membutuhkan internet untuk komunikasi, aplikasi perusahaan, monitoring, CCTV, sistem operasional, maupun akses ke jaringan kantor pusat.

VSAT memungkinkan perusahaan menyediakan konektivitas pada lokasi yang tidak memiliki jaringan terestrial memadai.

Perusahaan juga dapat mengintegrasikan koneksi VSAT dengan VPN Site to Site. Dengan rancangan jaringan yang tepat, site terpencil dapat berkomunikasi dengan kantor pusat dan mengakses sumber daya jaringan perusahaan sesuai kebutuhan.

Konfigurasi Internet Multi Site seperti ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak harus memilih antara konektivitas terestrial dan satelit. Keduanya dapat bekerja pada lokasi berbeda dalam satu rancangan jaringan.

Leosatelink dapat menangani kebutuhan VSAT, termasuk konsultasi, site survey, instalasi, monitoring, dan technical support. Kebutuhan Fiber Optik dapat berjalan melalui kolaborasi dengan PRIMADONA Net.

3. Fiber Optik + Starlink

Fiber Optik dan Starlink dapat menjadi kombinasi untuk perusahaan yang memiliki sebagian lokasi dengan jaringan Fiber Optik dan sebagian lokasi lain yang membutuhkan konektivitas LEO Satellite.

Contohnya:

Kantor pusat → Fiber Optik

Cabang → Fiber Optik

Lokasi proyek → Starlink

Kantor pusat dan cabang yang berada di wilayah dengan availability Fiber Optik dapat menggunakan koneksi terestrial. Sementara itu, lokasi proyek yang memiliki keterbatasan jaringan terestrial dapat mempertimbangkan Starlink.

Starlink menawarkan pendekatan konektivitas yang berbeda karena menggunakan jaringan satelit LEO. Perusahaan dapat mempertimbangkan teknologi ini untuk lokasi tertentu berdasarkan kebutuhan dan kondisi operasional.

Lokasi proyek, perkebunan, site sementara, area eksplorasi, dan lokasi operasional lainnya dapat memiliki kebutuhan konektivitas tanpa harus menunggu pembangunan jaringan Fiber Optik.

Starlink juga dapat masuk dalam desain Internet Multi Cabang ketika perusahaan membuka lokasi baru di daerah yang belum memiliki pilihan jaringan terestrial yang sesuai.

Namun, perusahaan tetap perlu melakukan assessment sebelum menentukan Starlink sebagai solusi. Kondisi lokasi, kebutuhan bandwidth, jumlah pengguna, aplikasi yang berjalan, kebutuhan jaringan internal, serta kebutuhan VPN perlu masuk dalam perencanaan.

Dengan konfigurasi Fiber Optik + Starlink, perusahaan dapat menggunakan dua teknologi berbeda untuk dua karakter lokasi yang berbeda.

Leosatelink fokus menangani solusi Starlink, sedangkan kebutuhan Fiber Optik dapat berjalan melalui kolaborasi dengan PRIMADONA Net.

4. Radio Link + VSAT

Radio Link dan VSAT dapat menjadi kombinasi menarik ketika perusahaan memiliki beberapa lokasi dengan karakter geografis yang berbeda.

Contohnya:

Kantor atau site regional → Radio Link

Site tambang → VSAT

Radio Link dapat menangani lokasi yang masih memungkinkan penggunaan konektivitas terestrial melalui jalur radio. Sementara itu, VSAT dapat menangani lokasi yang lebih jauh dan sulit memperoleh jaringan terestrial.

Konfigurasi ini cocok untuk perusahaan yang memiliki area operasional luas. Pertambangan menjadi salah satu contoh karena perusahaan dapat memiliki beberapa titik operasional dalam satu wilayah yang luas.

Sebuah site regional dapat menggunakan Radio Link apabila kondisi geografis mendukung. Site lain yang berada lebih jauh dari infrastruktur terestrial dapat menggunakan VSAT.

Site survey tetap menjadi bagian penting dalam konfigurasi ini. Tim teknis perlu menentukan lokasi mana yang cocok menggunakan Radio Link dan lokasi mana yang lebih tepat menggunakan VSAT.

VPN Site to Site juga dapat menghubungkan kedua jenis koneksi tersebut dalam satu jaringan perusahaan. Dengan demikian, perbedaan media last mile tidak menghalangi perusahaan untuk membangun komunikasi antar lokasi.

Konfigurasi ini juga menunjukkan bahwa Internet Multi Site tidak selalu harus menggunakan Fiber Optik sebagai salah satu komponennya. Radio Link dan VSAT dapat bekerja dalam satu rancangan ketika kondisi lokasi memang membutuhkan kombinasi tersebut.

Untuk kebutuhan satelit, Leosatelink dapat menyediakan solusi VSAT dan managed service. Kebutuhan Radio Link dapat berjalan melalui kolaborasi dengan PRIMADONA Net.

5. Radio Link + Starlink

Radio Link dan Starlink dapat menjadi pilihan untuk perusahaan yang memiliki lokasi dengan kondisi terestrial yang berbeda, tetapi belum membutuhkan atau belum memiliki Fiber Optik.

Contohnya:

Site regional → Radio Link

Lokasi proyek → Starlink

Radio Link dapat menangani lokasi yang memiliki kondisi geografis sesuai untuk pembangunan link. Sementara itu, Starlink dapat mengisi kebutuhan konektivitas pada lokasi yang lebih sulit memperoleh jaringan terestrial.

Konfigurasi ini dapat mendukung perusahaan yang menjalankan proyek di berbagai daerah. Sebuah kantor proyek yang masih berada dalam jangkauan infrastruktur radio dapat menggunakan Radio Link, sedangkan lokasi operasional yang lebih terpencil dapat menggunakan Starlink.

Konfigurasi ini juga memberikan fleksibilitas ketika perusahaan membuka lokasi baru. Tim teknis dapat menentukan media berdasarkan kondisi aktual setiap lokasi tanpa harus memaksakan teknologi yang sama.

Radio Link membutuhkan site survey untuk memastikan kondisi teknis antara titik. Starlink juga membutuhkan assessment lokasi agar perusahaan dapat memastikan kebutuhan operasional sesuai dengan kemampuan layanan.

Kombinasi tersebut dapat masuk dalam rancangan Internet Multi Site untuk perusahaan dengan lokasi operasional yang tersebar.

Leosatelink dapat menangani Starlink sebagai bagian dari solusi satelit, sementara kebutuhan Radio Link dapat berjalan melalui kolaborasi dengan PRIMADONA Net.

6. VSAT + Starlink

Konfigurasi VSAT dan Starlink menjadi salah satu kombinasi yang sangat menarik untuk lokasi yang benar-benar sulit mendapatkan konektivitas terestrial.

Contoh penerapannya dapat terlihat pada lokasi offshore:

Lokasi offshore → VSAT + Starlink

Kombinasi ini juga dapat dipertimbangkan pada lokasi terpencil tertentu yang membutuhkan lebih dari satu pilihan konektivitas satelit.

VSAT dan Starlink menggunakan pendekatan teknologi satelit yang berbeda. Karena itu, perusahaan dapat mempertimbangkan keduanya berdasarkan kebutuhan operasional, coverage, bandwidth, aplikasi, kondisi lokasi, serta desain jaringan.

Lokasi offshore menjadi contoh yang menarik karena fasilitas atau kapal dapat berada jauh dari infrastruktur Fiber Optik dan Radio Link. Kebutuhan komunikasi tetap berjalan untuk operasional, voice, data, monitoring, aplikasi perusahaan, hingga komunikasi dengan kantor pusat.

Perusahaan dapat merancang VSAT dan Starlink sebagai dua koneksi yang memiliki fungsi berbeda. Penentuan fungsi tersebut harus mengikuti hasil assessment dan kebutuhan operasional.

Konfigurasi ini juga dapat memberikan alternatif konektivitas ketika salah satu jalur mengalami gangguan. Namun, perusahaan tetap perlu memperhatikan karakteristik masing-masing teknologi serta memastikan perangkat jaringan dapat mengelola kedua koneksi secara tepat.

Selain offshore, kombinasi VSAT + Starlink dapat menjadi pertimbangan untuk lokasi tambang, eksplorasi, proyek, perkebunan, atau lokasi lain yang menghadapi keterbatasan jaringan terestrial.

Dalam konfigurasi ini, Leosatelink dapat menangani kedua sisi satelit melalui solusi VSAT dan Starlink, termasuk kebutuhan managed service, monitoring, technical support, dan integrasi dengan jaringan perusahaan.

Menentukan Kombinasi Sesuai Lokasi

Enam konfigurasi tersebut menunjukkan bahwa Internet Multi Site tidak memiliki satu pola yang berlaku untuk semua perusahaan.

Konfigurasi Contoh Penggunaan
Fiber Optik + Radio Link Kantor pusat dan cabang
Fiber Optik + VSAT Kantor dan site tambang
Fiber Optik + Starlink Kantor dan lokasi proyek
Radio Link + VSAT Site regional dan lokasi terpencil
Radio Link + Starlink Site terestrial dan proyek
VSAT + Starlink Offshore dan lokasi sangat terpencil

Perusahaan dapat memilih konfigurasi berdasarkan kondisi masing-masing lokasi. Kantor pusat di kota besar mungkin hanya membutuhkan Fiber Optik. Cabang tertentu dapat menggunakan Radio Link. Site tambang dapat membutuhkan VSAT. Lokasi proyek dapat menggunakan Starlink. Sementara itu, fasilitas offshore dapat mempertimbangkan kombinasi VSAT dan Starlink.

Karena itu, desain Internet Multi Site sebaiknya dimulai dari pemetaan lokasi, bukan dari pemilihan teknologi. Perusahaan perlu mengetahui lokasi setiap site, availability jaringan, kebutuhan bandwidth, jumlah pengguna, aplikasi, kebutuhan VPN, kondisi geografis, serta tingkat kepentingan operasional.

Dari hasil pemetaan tersebut, perusahaan dapat menentukan kombinasi last mile yang paling sesuai.

Pendekatan ini juga membuat Internet Multi Cabang lebih fleksibel. Perusahaan tidak perlu mencari teknologi yang sama untuk seluruh cabang. Setiap lokasi dapat menggunakan media yang sesuai, sementara seluruh konektivitas tetap mengikuti rancangan jaringan perusahaan.

Leosatelink fokus pada solusi satelit melalui VSAT dan Starlink. Untuk kebutuhan Fiber Optik dan Radio Link, Leosatelink dapat berkolaborasi dengan PRIMADONA Net. Dengan pembagian tersebut, perusahaan dapat memperoleh rancangan konektivitas multi site yang menyesuaikan kondisi setiap lokasi tanpa harus memaksakan satu teknologi untuk seluruh jaringan.

Internet Multi Site dengan VPN Site to Site

last mile internet multi site - internet multi cabang

VPN Site to Site memungkinkan perusahaan menghubungkan jaringan pada dua atau lebih lokasi melalui koneksi internet. Perusahaan dapat menggunakan teknologi ini ketika kantor pusat, cabang, warehouse, site tambang, atau lokasi proyek perlu berkomunikasi dan mengakses sumber daya jaringan perusahaan.

Apa Itu VPN Site to Site?

VPN Site to Site menghubungkan jaringan lokal pada satu lokasi dengan jaringan lokal pada lokasi lain melalui jaringan yang tersedia. Setelah administrator melakukan konfigurasi pada perangkat jaringan, pengguna di lokasi yang terhubung dapat mengakses sumber daya tertentu di jaringan perusahaan sesuai kebijakan keamanan.

Contohnya, kantor pusat dapat menyediakan akses ke server internal untuk cabang. Site tambang juga dapat terhubung dengan sistem perusahaan di kantor pusat tanpa harus menyediakan server yang sama pada setiap lokasi.

Mengapa VPN Penting dalam Multi Site?

Perusahaan dengan banyak lokasi sering membutuhkan lebih dari sekadar akses internet. Mereka juga perlu menghubungkan aplikasi internal, server, sistem monitoring, CCTV, perangkat jaringan, dan sumber daya perusahaan lainnya.

Karena itu, Internet Multi Site dapat menggunakan VPN Site to Site sebagai lapisan konektivitas antar lokasi. VPN membantu membentuk hubungan jaringan yang lebih terstruktur antara kantor pusat dan berbagai site.

VPN juga tidak mengharuskan seluruh lokasi menggunakan teknologi internet yang sama. Perusahaan dapat menggunakan Fiber Optik di kantor pusat, Radio Link di cabang tertentu, VSAT di site tambang, dan Starlink di lokasi proyek.

Fiber + VPN

Kantor pusat atau cabang yang memiliki availability Fiber Optik dapat menggunakan Fiber sebagai koneksi internet sekaligus jalur untuk VPN Site to Site.

Fiber dapat memberikan kapasitas yang sesuai untuk kebutuhan aplikasi perusahaan, sementara VPN menghubungkan jaringan lokasi tersebut dengan kantor pusat atau site lainnya.

VSAT + VPN

Site terpencil dapat menggunakan VSAT sebagai koneksi internet dan membawa trafik VPN menuju kantor pusat.

Contohnya, perusahaan pertambangan dapat menghubungkan site tambang dengan kantor pusat menggunakan VSAT + VPN. Pengguna di site dapat mengakses aplikasi internal, sistem monitoring, atau sumber daya jaringan perusahaan sesuai konfigurasi.

Starlink + VPN

Starlink juga dapat masuk dalam desain VPN Site to Site. Perusahaan dapat menggunakan Starlink untuk menyediakan konektivitas pada lokasi yang sulit memperoleh jaringan terestrial, kemudian mengintegrasikannya dengan router atau firewall yang mendukung konfigurasi VPN.

Kesesuaian konfigurasi tetap bergantung pada kebutuhan jaringan, perangkat yang digunakan, serta desain layanan pada lokasi tersebut.

Menghubungkan Kantor Pusat dan Site Terpencil

Salah satu manfaat utama pendekatan ini terlihat pada perusahaan yang memiliki kantor pusat di kota dan lokasi operasional di wilayah terpencil.

Contohnya:

Kantor pusat → Fiber + VPN

Cabang → Fiber + VPN

Site tambang → VSAT + VPN

Lokasi proyek → Starlink + VPN

Keempat lokasi tersebut dapat menggunakan media last mile berbeda, tetapi perusahaan tetap dapat merancang hubungan jaringan antar lokasi melalui VPN.

Internet dan VPN dalam Satu Infrastruktur

Perusahaan tidak selalu harus memilih antara internet atau VPN. Keduanya dapat berjalan dalam satu infrastruktur dengan fungsi berbeda.

Internet mendukung akses pengguna ke layanan online, cloud, komunikasi, dan aplikasi berbasis internet. VPN Site to Site menghubungkan jaringan perusahaan dengan lokasi lain.

VPN tidak bergantung pada satu jenis last mile. Perusahaan dapat membangun koneksi antar lokasi melalui Fiber Optik, Radio Link, VSAT, maupun Starlink selama rancangan jaringan mendukung kebutuhan tersebut.

Karena itu, VPN menjadi salah satu komponen penting dalam desain Internet Multi Site, terutama ketika perusahaan ingin menghubungkan banyak lokasi tanpa harus menggunakan teknologi last mile yang sama.

Mengapa Perusahaan Memilih Konfigurasi Hybrid Internet Multi Site

Konfigurasi hybrid memberikan perusahaan kebebasan untuk menentukan teknologi berdasarkan kebutuhan setiap lokasi. Perusahaan tidak perlu memaksakan Fiber Optik, Radio Link, VSAT, atau Starlink pada seluruh site.

Redundancy

Perusahaan dapat mengurangi ketergantungan pada satu koneksi dengan menyediakan lebih dari satu jalur pada lokasi tertentu.

Misalnya, sebuah kantor dapat menggunakan Fiber Optik dan Starlink sesuai kebutuhan desain jaringan. Ketika salah satu koneksi mengalami gangguan, perusahaan dapat mengaktifkan jalur alternatif melalui perangkat jaringan yang mendukung failover.

Namun, redundancy tidak selalu berarti setiap lokasi harus memiliki dua koneksi. Perusahaan dapat menentukan kebutuhan tersebut berdasarkan tingkat kepentingan masing-masing site.

Fleksibilitas Last Mile

Setiap lokasi dapat menggunakan teknologi berbeda.

Kantor pusat dapat menggunakan Fiber Optik, cabang dapat menggunakan Radio Link, site tambang dapat menggunakan VSAT, dan lokasi proyek dapat menggunakan Starlink.

Pendekatan ini membuat desain Internet Multi Site mengikuti kondisi lokasi, bukan sebaliknya.

Menjangkau Lokasi Terpencil

Satelit dapat mengisi kebutuhan konektivitas ketika jaringan terestrial tidak tersedia atau belum mencukupi.

VSAT dan Starlink dapat menjadi pilihan untuk lokasi seperti tambang, perkebunan, proyek, eksplorasi, offshore, atau area lain yang menghadapi keterbatasan infrastruktur terestrial.

Dengan demikian, perusahaan tetap dapat memasukkan lokasi terpencil ke dalam rancangan jaringan multi lokasi.

Mendukung Ekspansi

Perusahaan dapat membuka cabang atau site baru tanpa harus menunggu availability teknologi yang sama seperti lokasi lama.

Jika lokasi baru memiliki Fiber Optik, perusahaan dapat menggunakan Fiber. Tetapi kalau kondisi lokasi mendukung Radio Link, perusahaan dapat mempertimbangkan Radio Link. Untuk lokasi yang sangat terpencil, perusahaan dapat mempertimbangkan VSAT atau Starlink.

Pendekatan tersebut membuat ekspansi Internet Multi Cabang lebih fleksibel.

Menyesuaikan Kebutuhan Bandwidth

Tidak semua site membutuhkan bandwidth yang sama.

Kantor pusat dengan banyak pengguna dan aplikasi dapat membutuhkan kapasitas lebih besar. Sebaliknya, sebuah site operasional dengan jumlah pengguna lebih sedikit mungkin membutuhkan kapasitas berbeda.

Perusahaan dapat menyesuaikan media dan kapasitas berdasarkan kebutuhan setiap lokasi.

Mendukung Operasional Mission Critical

Beberapa lokasi menjalankan aktivitas yang membutuhkan availability tinggi. Gangguan koneksi dapat menghambat transaksi, komunikasi, monitoring, sistem keamanan, atau aplikasi operasional.

Untuk lokasi seperti ini, perusahaan dapat mempertimbangkan konfigurasi yang menyediakan jalur alternatif sesuai kebutuhan.

Assessment menjadi penting untuk menentukan apakah site membutuhkan satu koneksi, dua koneksi, atau kombinasi media tertentu.

Menyederhanakan Desain Multi Lokasi

Konfigurasi hybrid memungkinkan perusahaan melihat seluruh lokasi sebagai satu ekosistem jaringan.

Kantor pusat, cabang, warehouse, workshop, site tambang, dan lokasi proyek dapat menggunakan teknologi berbeda, tetapi perusahaan tetap dapat mengatur hubungan antar lokasi melalui rancangan jaringan yang terkoordinasi.

Pendekatan tersebut membuat Internet Multi Site lebih mudah menyesuaikan diri dengan perkembangan bisnis dan perubahan kondisi setiap lokasi.

Peran Leosatelink dalam Konfigurasi Hybrid Internet Multi Site

kolaborasi Leosatelink - PRIMADONA Net pada layanan internet multi site - internet multi cabang

Dalam konfigurasi hybrid, setiap provider tidak harus menangani seluruh jenis teknologi. Pembagian peran berdasarkan kompetensi justru dapat membantu perusahaan mendapatkan solusi yang lebih sesuai.

Leosatelink fokus pada konektivitas berbasis satelit, terutama VSAT dan Starlink. Fokus tersebut membuat Leosatelink dapat menangani kebutuhan perusahaan yang memiliki lokasi terpencil atau membutuhkan konektivitas satelit sebagai bagian dari desain multi site.

Fokus pada VSAT dan Starlink

Leosatelink menyediakan solusi satelit untuk berbagai kebutuhan lokasi yang menghadapi keterbatasan jaringan terestrial.

VSAT dapat menjadi pilihan untuk kebutuhan konektivitas pada site terpencil, pertambangan, perkebunan, proyek, eksplorasi, offshore, dan kebutuhan operasional lainnya.

Starlink dapat menjadi pilihan konektivitas LEO untuk lokasi yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan layanan tersebut.

Perusahaan dapat memilih salah satu atau mengombinasikan keduanya berdasarkan hasil assessment lokasi.

Managed Service Satelit

Perusahaan tidak selalu membutuhkan perangkat satelit saja. Implementasi pada lokasi operasional juga membutuhkan perencanaan dan dukungan teknis.

Melalui pendekatan managed service, kebutuhan dapat mencakup:

  • Konsultasi sebelum implementasi.
  • Site survey.
  • Instalasi.
  • Konfigurasi.
  • Monitoring.
  • Technical support.
  • Maintenance.

Pendekatan tersebut membantu perusahaan mengurangi beban teknis internal, terutama ketika perusahaan memiliki banyak lokasi dengan kondisi berbeda.

Mendukung Lokasi Terpencil

Leosatelink dapat mendukung kebutuhan konektivitas satelit untuk lokasi yang sulit memperoleh jaringan terestrial.

Contohnya meliputi:

Tambang → VSAT / Starlink

Perkebunan → VSAT / Starlink

Lokasi proyek → Starlink

Eksplorasi → VSAT / Starlink

Offshore → VSAT / Starlink

Teknologi yang digunakan tetap perlu mengikuti hasil assessment dan kebutuhan operasional masing-masing lokasi.

Integrasi dengan Jaringan Existing

VSAT atau Starlink tidak harus berdiri sendiri. Koneksi satelit dapat masuk ke jaringan perusahaan yang sudah berjalan.

Contohnya:

  • Fiber Optik.
  • Radio Link.
  • VPN.
  • Firewall.
  • Router.
  • SD-WAN jika diperlukan.

Perusahaan dapat mengintegrasikan konektivitas satelit dengan infrastruktur existing sehingga site terpencil tetap mengikuti arsitektur jaringan perusahaan.

Sebagai contoh, kantor pusat dapat menggunakan Fiber Optik dan firewall perusahaan, sementara site tambang menggunakan VSAT. Router pada site dapat membangun VPN menuju kantor pusat sehingga kedua lokasi dapat berkomunikasi melalui jaringan perusahaan.

Kolaborasi dengan PRIMADONA Net

Leosatelink tidak perlu mengklaim seluruh jenis last mile sebagai layanan sendiri. Untuk kebutuhan Fiber Optik dan Radio Link, Leosatelink dapat berkolaborasi dengan PRIMADONA Net.

Dengan model tersebut, perusahaan dapat memperoleh rancangan Internet Multi Site yang menggabungkan konektivitas terestrial dan satelit sesuai kebutuhan masing-masing lokasi.

Contohnya:

Kantor pusat → Fiber Optik melalui kolaborasi PRIMADONA Net

Cabang → Fiber Optik / Radio Link

Site tambang → VSAT melalui Leosatelink

Lokasi proyek → Starlink melalui Leosatelink

Pembagian tersebut membuat masing-masing pihak tetap fokus pada kompetensinya.

Tidak Memaksakan Satu Teknologi

Pendekatan Leosatelink dalam konfigurasi hybrid bukan untuk memaksakan satu teknologi kepada seluruh lokasi.

Leosatelink → VSAT & Starlink

PRIMADONA Net → Fiber Optik & Radio Link melalui kolaborasi

Perusahaan kemudian dapat memilih kombinasi berdasarkan kondisi aktual setiap site.

Jika sebuah lokasi memiliki Fiber Optik yang memadai, perusahaan tidak perlu menggantinya dengan satelit hanya karena ingin menggunakan satu teknologi. Sebaliknya, jika sebuah site berada di wilayah yang sulit mendapatkan jaringan terestrial, perusahaan dapat mempertimbangkan solusi satelit.

Pendekatan seperti ini membuat desain Internet Multi Site lebih rasional karena keputusan teknologi mengikuti kebutuhan lokasi.

Pada akhirnya, perusahaan dapat memperoleh satu rancangan konektivitas multi lokasi tanpa harus memaksakan satu media last mile untuk seluruh jaringan. Fiber Optik, Radio Link, VSAT, dan Starlink dapat menjalankan fungsi masing-masing dalam ekosistem jaringan yang sama.

Berikut tiga bagian terakhir dengan gaya yang konsisten: informatif, tidak terlalu promosi, dan menghindari kalimat pasif.

Cara Memilih Konfigurasi Internet Multi Site

Perusahaan perlu melakukan assessment sebelum menentukan konfigurasi Internet Multi Site. Setiap lokasi memiliki karakteristik berbeda sehingga konfigurasi yang cocok untuk kantor pusat belum tentu cocok untuk cabang, warehouse, site tambang, atau lokasi proyek.

Identifikasi Semua Lokasi

Mulailah dengan membuat daftar seluruh lokasi yang membutuhkan konektivitas. Masukkan kantor pusat, cabang, outlet, warehouse, workshop, site tambang, kantor proyek, hingga lokasi operasional lainnya.

Informasi tersebut membantu perusahaan melihat kebutuhan jaringan secara menyeluruh.

Periksa Availability Last Mile

Periksa teknologi yang tersedia pada setiap lokasi. Sebuah cabang mungkin memiliki Fiber Optik, sedangkan lokasi lain hanya memungkinkan Radio Link. Site terpencil dapat membutuhkan VSAT atau Starlink.

Availability menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan konfigurasi.

Tentukan Primary Connection

Tentukan koneksi utama berdasarkan kebutuhan bisnis, kapasitas, stabilitas, dan kondisi lokasi. Fiber Optik dapat menjadi primary pada lokasi dengan infrastruktur terestrial yang memadai. Pada lokasi tertentu, VSAT atau Starlink juga dapat menjalankan fungsi primary sesuai kebutuhan dan kondisi layanan.

Tentukan Backup Connection

Perusahaan yang membutuhkan availability lebih tinggi dapat menyiapkan koneksi backup. Contohnya, Fiber Optik dapat menjadi primary sementara Starlink menjadi backup.

Tidak semua lokasi membutuhkan backup. Perusahaan perlu menentukan prioritas berdasarkan dampak gangguan terhadap operasional.

Hitung Kebutuhan Bandwidth

Hitung jumlah pengguna dan aplikasi yang berjalan pada setiap lokasi. Perhatikan kebutuhan cloud, VPN, CCTV, POS, video conference, sistem internal, monitoring, dan aplikasi bisnis lainnya.

Kapasitas setiap site tidak harus sama karena kebutuhan trafik juga berbeda.

Tentukan Kebutuhan VPN

Jika perusahaan perlu menghubungkan kantor pusat dengan cabang atau site operasional, tentukan kebutuhan VPN Site to Site sejak awal.

VPN dapat berjalan melalui Fiber Optik, Radio Link, VSAT, maupun Starlink selama perangkat dan rancangan jaringan mendukung kebutuhan tersebut.

Evaluasi Kondisi Geografis

Kondisi geografis sangat memengaruhi pilihan teknologi. Radio Link membutuhkan kondisi yang sesuai untuk pembangunan link, sedangkan jaringan Fiber bergantung pada availability infrastruktur.

Lokasi tambang, perkebunan, eksplorasi, proyek, dan offshore dapat membutuhkan pendekatan satelit.

Pertimbangkan Technical Support

Perusahaan perlu mempertimbangkan kemampuan technical support, terutama ketika memiliki banyak lokasi.

Semakin luas area operasional, semakin penting koordinasi teknis, troubleshooting, maintenance, dan dukungan engineer.

Pertimbangkan Monitoring 24/7

Monitoring membantu perusahaan mengetahui kondisi koneksi dan mendeteksi gangguan lebih cepat. Kebutuhan monitoring semakin penting untuk site yang menjalankan aktivitas bisnis atau operasional penting.

Siapkan Rencana Ekspansi

Pertimbangkan kemungkinan penambahan cabang atau site baru. Konfigurasi yang fleksibel akan memudahkan perusahaan menambahkan lokasi tanpa harus mengubah seluruh arsitektur jaringan.

Pada akhirnya, perusahaan jangan menentukan konfigurasi berdasarkan teknologi yang sedang populer. Dasar pengambilan keputusan sebaiknya mengikuti urutan:

kondisi lokasi → kebutuhan bisnis → availability → bandwidth → redundancy → keamanan → technical support.


FAQ Internet Multi Site

1. Apa itu Internet Multi Site?

Internet Multi Site merupakan pendekatan konektivitas untuk perusahaan yang memiliki banyak lokasi, seperti kantor pusat, cabang, warehouse, outlet, workshop, site tambang, atau lokasi proyek. Setiap lokasi dapat menggunakan teknologi last mile yang berbeda sesuai kondisi dan kebutuhannya.

2. Apa yang dimaksud konfigurasi hybrid Internet Multi Site?

Konfigurasi hybrid menggunakan dua atau lebih teknologi konektivitas dalam satu rancangan jaringan. Contohnya Fiber Optik + VSAT, Fiber Optik + Starlink, atau VSAT + Starlink. Perusahaan dapat menentukan fungsi setiap koneksi sebagai primary, backup, atau koneksi untuk lokasi tertentu.

3. Mengapa perusahaan membutuhkan lebih dari satu last mile?

Setiap lokasi memiliki availability jaringan, kondisi geografis, kebutuhan bandwidth, dan tingkat kepentingan operasional yang berbeda. Karena itu, perusahaan dapat menggunakan Fiber Optik pada satu lokasi dan satelit pada lokasi lain.

4. Apa kelebihan Fiber Optik + Radio Link?

Kombinasi tersebut cocok untuk perusahaan yang memiliki banyak lokasi dengan kondisi jaringan terestrial yang berbeda. Fiber Optik dapat menangani lokasi yang memiliki infrastruktur memadai, sementara Radio Link dapat menjadi alternatif pada lokasi tertentu yang memungkinkan pembangunan koneksi radio.

5. Apa kelebihan Fiber Optik + VSAT?

Fiber Optik dapat menangani kantor atau cabang yang berada di area dengan jaringan terestrial, sedangkan VSAT dapat menghubungkan site yang sulit memperoleh jaringan tersebut. Konfigurasi ini cocok untuk perusahaan yang mengoperasikan kantor di kota sekaligus site tambang, perkebunan, atau proyek terpencil.

6. Apa kelebihan Fiber Optik + Starlink?

Konfigurasi ini menggabungkan koneksi terestrial dengan konektivitas LEO. Starlink dapat menjadi koneksi utama pada lokasi tertentu atau menjadi backup Fiber Optik sesuai kebutuhan desain jaringan.

7. Apakah VSAT dan Starlink dapat digunakan dalam satu jaringan?

Ya. Perusahaan dapat mengintegrasikan VSAT dan Starlink dalam satu rancangan jaringan. Keduanya dapat menjalankan fungsi berbeda sesuai kebutuhan, misalnya sebagai primary dan backup. Perusahaan perlu melakukan assessment teknis untuk menentukan konfigurasi yang sesuai.

8. Apakah Internet Multi Site dapat menggunakan VPN Site to Site?

Ya. VPN Site to Site dapat menghubungkan kantor pusat, cabang, warehouse, dan site terpencil. VPN dapat berjalan melalui Fiber Optik, Radio Link, VSAT, maupun Starlink selama perangkat jaringan dan rancangan layanan mendukung konfigurasi tersebut.

9. Apakah Starlink dapat menjadi backup Fiber Optik?

Ya. Perusahaan dapat menggunakan Fiber Optik sebagai primary dan Starlink sebagai backup. Perangkat jaringan perlu mendukung mekanisme failover agar trafik dapat berpindah ke koneksi alternatif ketika koneksi utama mengalami gangguan.

10. Kapan perusahaan membutuhkan konfigurasi Fiber + VSAT + Starlink?

Perusahaan dapat mempertimbangkan konfigurasi tersebut ketika memiliki lokasi dengan karakteristik sangat beragam. Contohnya kantor pusat menggunakan Fiber Optik, site tambang menggunakan VSAT, dan lokasi proyek menggunakan Starlink.

11. Apa peran Leosatelink dalam Internet Multi Site hybrid?

Leosatelink fokus pada solusi konektivitas satelit, terutama VSAT dan Starlink. Leosatelink dapat menangani kebutuhan konsultasi, site survey, instalasi, konfigurasi, monitoring, technical support, dan maintenance sesuai layanan yang dibutuhkan.

Untuk kebutuhan Fiber Optik dan Radio Link, Leosatelink dapat berkolaborasi dengan PRIMADONA Net sehingga perusahaan dapat membangun rancangan multi site yang menggabungkan konektivitas terestrial dan satelit.

12. Bagaimana cara menentukan konfigurasi Internet Multi Site yang tepat?

Mulai dengan memetakan seluruh lokasi, memeriksa availability last mile, menghitung kebutuhan bandwidth, menentukan kebutuhan VPN, memilih primary dan backup, mengevaluasi kondisi geografis, serta mempertimbangkan technical support dan monitoring.

Jangan memilih konfigurasi hanya karena sebuah teknologi sedang populer. Kondisi lokasi dan kebutuhan bisnis harus menjadi dasar utama pemilihan teknologi.


Penutup Hybrid Internet Multi Site

Internet Multi Site memberikan pendekatan yang lebih fleksibel bagi perusahaan yang memiliki banyak lokasi dengan karakteristik berbeda. Kantor pusat, cabang, warehouse, workshop, site tambang, lokasi proyek, hingga fasilitas offshore tidak selalu memiliki availability jaringan yang sama.

Fiber Optik dapat menangani lokasi dengan infrastruktur terestrial yang memadai. Radio Link dapat menjadi alternatif pada lokasi tertentu yang mendukung pembangunan koneksi radio. Sementara itu, VSAT dan Starlink dapat mengisi kebutuhan konektivitas pada lokasi yang sulit memperoleh jaringan terestrial.

Perusahaan juga dapat menggabungkan beberapa teknologi dalam satu konfigurasi hybrid. Satu lokasi dapat menggunakan Fiber Optik sebagai koneksi utama, lokasi lain menggunakan VSAT, sedangkan lokasi lainnya menggunakan Starlink. Perusahaan juga dapat menambahkan koneksi backup sesuai tingkat kebutuhan setiap site.

VPN Site to Site memungkinkan berbagai lokasi tersebut saling terhubung melalui media last mile yang berbeda. Dengan rancangan jaringan yang tepat, konektivitas antar lokasi tidak harus bergantung pada satu jenis teknologi.

Leosatelink fokus pada solusi satelit, khususnya VSAT dan Starlink, termasuk kebutuhan implementasi dan managed service. Untuk kebutuhan Fiber Optik dan Radio Link, Leosatelink dapat berkolaborasi dengan PRIMADONA Net.

Pada akhirnya, konfigurasi Internet Multi Site sebaiknya mengikuti kondisi setiap lokasi, kebutuhan bisnis, availability jaringan, kebutuhan bandwidth, redundancy, keamanan, serta dukungan teknis. Teknologi yang populer belum tentu menjadi pilihan terbaik untuk setiap site. Yang paling penting adalah menemukan kombinasi konektivitas yang sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan.

Silahkan Share :)
TOP

You cannot copy content of this page